|
|
|
|
AERO-VORTEX SYSTEM UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK PIKO/MIKROHIDRO
Abstrak
Oleh karena itu kami mengembangkan sistem pikohidro yang lebih cocok untuk kondisi ektrem dengan cara menggabungkan teori gravitational vortex yang sudah ada dan modifikasi turbin pikohidro menggunakan prinsip aerodinamika pesawat. Hasilnya adalah energi listrik diperoleh lebih karena kecepatan air bukan semata-mata tekanan statik air. Dalam kondisi ekstrim dimana teknologi konvensional tidak mampu lagi maka sistem ini bisa menjadi andalan. Terlebih dalam kondisi normal maka untuk debit air yang sama dapat diperoleh energi listri yang jauh lebih besar. Kata kunci: aerodinamika pesawat, gravitational vortex, modifikasi turbin.
Keunggulan · Velocity : teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan penambahan kecepatan aliran air hasil modifikasi teknologi gravitational vortex, tidak seperti rata-rata pembangkit listrik tenaga air lainnya yang memanfaatkan tekanan air. · Efisien : tidak perlu debit air yang besar dan tinggi jatuhan air (head) yang tinggi untuk membangkitkan listrik. · Efektif : dapat mendistribusikan listrik terus menerus selama 24 jam per hari sepanjang tahun dengan debit minimal 10 lt/s. · Mudah : mudah dalam konstruksi sipil, pengoperasian, perawatan, dan perbaikan · Material : semua bagian dibuat dengan material yang mudah didapat di pasaran sehingga harga menjadi lebih murah dan mempermudah dalam perbaikan apabila ada kerusakan pada komponen-komponennya Status Invensi Invensi ini telah siap diaplikasikan di lapangan. Pembangkitan listrik piko/mikrohidro dapat dimanfaatkan oleh perusahaan atau masyarakat luas yang berada di dekat sebuah aliran sungai atau danau. Selain untuk kebutuhan sendiri pembangkitan ini sesungguhnya adalah sebuah peluang usaha yang potensial. Karena pemerintah melalui Peraturan Menteri ESDM No. 5 Tahun 2009 mewajibkan PLN membeli tenaga listrik yang menggunakan sumber energi terbarukan sampai kapasitas 10 MW. Sebuah peluang bisnis yang menjanjikan.
Status Paten: on progress
Bandung, 17 Agustus 2009 Patigeni Research & Development
|
Bahasa
Indonesia |
English | Arabic
| Japan
|